News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Reses Tahap II DPRD Rohil: Muhammad Syah Padri Janji Dorong Percepatan Jalan Lintas Sinaboi

Reses Tahap II DPRD Rohil: Muhammad Syah Padri Janji Dorong Percepatan Jalan Lintas Sinaboi

Rohil, pilardemokrasi.com - Persoalan infrastruktur kembali mendominasi keluhan masyarakat dalam agenda Reses Tahap II Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dari Fraksi PKB, Muhammad Syah Padri, ST, M.IKom. Berdialog langsung dengan warga di Kepenghuluan Serusa dan Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Jumat (21/8/2026), sang legislator mendengarkan berbagai persoalan mendesak yang langsung bersentuhan dengan aktivitas harian warga.

Salah satu aspirasi paling mencolok disuarakan oleh warga Kepenghuluan Serusa. Mereka mengeluhkan kondisi ruas jalan lintas Serusa menuju Kecamatan Sinaboi yang hingga kini belum tersentuh pengaspalan.

Kondisi jalan tanah berpasir ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menciptakan masalah lingkungan yang mengusik kesehatan warga. Setiap harinya, debu tebal beterbangan akibat lalu-lalang kendaraan dan menerobos masuk ke dalam rumah-rumah penduduk.

Datuk Penghulu Serusa, Jumino, mengungkapkan bahwa warga harus bekerja ekstra setiap hari hanya untuk membersihkan debu dari kendaraan yang melintas dari arah Bagansiapiapi menuju Sinaboi.

"Tiap hari masyarakat menyapu membersihkan debu yang masuk ke rumah akibat mobilitas kendaraan dari Bagansiapiapi–Sinaboi," ujar Jumino.

Ia menegaskan, pengaspalan jalan sudah menjadi kebutuhan yang sangat krusial. Selain demi kenyamanan dan kelancaran mobilitas, warga berharap langkah ini dapat mengakhiri teror debu yang mengotori tempat tinggal mereka.

“Harapan kami, jalan lintas Serusa bisa secepatnya diaspal agar debu tidak masuk ke rumah warga,” tambah Jumino.

Selain persoalan debu jalanan, masyarakat setempat juga mendesak adanya penambahan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Minimnya lampu penerangan membuat sejumlah ruas jalan menjadi sangat gelap gulita dan rawan pada malam hari. Kondisi ini dikhawatirkan memicu peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas serta membuka celah terjadinya tindak kriminalitas.

Menanggapi berbagai aduan tersebut, Muhammad Syah Padri memastikan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun selama masa reses—yang berlangsung dari 21 hingga 25 Agustus 2026—akan dijadikan bahan tindak lanjut yang serius di tingkat legislatif maupun eksekutif.

"Semangat pembangunan tetap ada, namun karena anggaran terbatas, beberapa program harus tertunda," jelas Syah Padri. Ia juga menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir memang membutuhkan perhatian khusus serta dukungan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Syah Padri berencana mengambil langkah taktis dengan berkoordinasi langsung bersama Dinas PUPR Provinsi Riau guna mendorong percepatan penanganan ruas jalan Serusa–Sinaboi. Sementara untuk usulan PJU, pihaknya akan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) turun tangan melakukan pengecekan di titik-titik rawan demi menjamin keamanan warga.

Melalui reses ini, warga Kepenghuluan Serusa berharap ada solusi konkret dari pemerintah daerah agar aktivitas harian mereka tidak lagi dibayangi debu jalanan maupun kekhawatiran saat melintas di malam hari.(Fauzi)
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar