Kabel sepanjang sekitar 20 meter tersebut telah berada dalam kondisi membahayakan selama kurang lebih satu bulan. Warga setempat sempat berupaya mengikat kabel menggunakan tali dan pancang kayu agar tidak menyentuh badan jalan. Namun, upaya itu tidak bertahan lama sehingga kabel kembali tergeletak di tanah.
Lailatul Mardiah mengatakan, pihak kelurahan telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada PLN. Namun, menurutnya, respons yang diterima belum sesuai harapan.
"Kami sudah pernah menyampaikan kondisi kabel yang menjuntai ini kepada pihak PLN. Namun kami justru diminta menghubungi vendor. Kami tidak tahu soal vendor, yang kami tahu petugas PLN," ujar Lailatul kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).
Ia menambahkan, kondisi kabel semakin mengkhawatirkan karena sebagian lapisan pelindungnya dilaporkan telah mengelupas sehingga bagian dalam kabel terlihat. Hal tersebut dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, terutama anak-anak dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Menurutnya, pemerintah kelurahan berharap pihak PLN segera melakukan perbaikan agar tidak menimbulkan korban.
"Jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," tegasnya.
Warga juga berharap pihak PLN segera melakukan pemeriksaan lapangan dan memperbaiki kabel yang menjuntai guna mencegah potensi kecelakaan maupun gangguan keselamatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala PLN Subrayon Teluk Merbau, Agung F, menyampaikan apresiasi atas informasi yang disampaikan melalui media. Saat dikonfirmasi wartawan pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 21.09 WIB, ia memastikan pihaknya langsung mengambil langkah penanganan.
"Terima kasih infonya, Bang. Malam ini kami amankan sementara. Besok kami langsung eksekusi perbaikannya," ujar Agung.
PLN pun bergerak cepat dengan melakukan pengamanan sementara pada malam itu, sebelum perbaikan permanen dilaksanakan keesokan harinya.(Fauzi)
