Rohil, pilardemokrasi.com - Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan Kepala SDN 001 Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi perhatian publik setelah video pertikaian di lingkungan sekolah viral di media sosial, Rabu (20/5/2026).
Video yang diunggah melalui akun Facebook “Putra Tunggal II” memperlihatkan Kepala SDN 001 Panipahan inisial KOM, terlibat cekcok dengan seorang perempuan yang disebut merupakan guru di sekolah tersebut. Insiden itu diduga dipicu persoalan kunci toilet sekolah saat guru tersebut hendak menggunakan WC.
Dalam rekaman video, situasi tampak memanas. KOM diduga melakukan tindakan agresif sambil mengangkat kursi. Sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat berusaha melerai pertikaian agar tidak berujung lebih parah.
Perempuan dalam video tersebut juga terdengar berteriak dan mengaku akan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Selain dugaan kekerasan, beredar pula isu terkait dugaan hubungan tidak pantas yang menyeret nama oknum kepala sekolah dengan seorang guru berinisial SM. Namun hingga kini, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir, Riwansyah S.STP MSi, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Saya sudah mendapatkan informasi itu dan segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Riwansyah, Kamis (21/5/2026).
Ia menegaskan, seorang kepala sekolah seharusnya menjadi teladan dalam sikap, etika, dan kedisiplinan di lingkungan pendidikan, bukan justru mempertontonkan tindakan yang mencoreng dunia pendidikan.
“Sebagai pemimpin di sekolah, kepala sekolah wajib memberikan contoh yang baik. Perbuatan seperti itu sangat disayangkan dan akan kami proses sesuai aturan,” tegasnya.
Riwansyah juga meminta seluruh kepala sekolah di Kabupaten Rokan Hilir menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Apa yang terjadi di SDN 001 Panipahan hendaknya menjadi evaluasi bersama bagi seluruh kepala sekolah di Rokan Hilir agar menjaga etika, profesionalisme, dan kondusivitas di lingkungan pendidikan,” pungkasnya.(Redaksi)


