RDP Komisi XIII Memanas, Politisi PKS Semprot Mantan Kalapas Cibinong Soal Fasilitas Mewah yang "Lenyap"
JAKARTA, pilardemokrasi.com - Suasana Rapat Dengar Pendapat Komisi XIII DPR RI bersama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memanas setelah anggota Fraksi PKS meluapkan kemarahan kepada mantan Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong terkait raibnya fasilitas mewah yang sebelumnya ditemukan Ombudsman RI.
Berdasarkan pantauan, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo secara tegas mencecar mantan Kalapas Wisnu Hani Putranto yang dihadirkan langsung setelah dicopot dari jabatannya. Ia menyoroti hilangnya sejumlah perabotan seperti sofa, pendingin ruangan, hingga pigura yang terekam jelas saat inspeksi mendadak Ombudsman, namun mendadak lenyap ketika Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melakukan peninjauan dua hari kemudian.
Di hadapan forum, Yanuar menegaskan agar pihak lapas tidak membohongi publik dengan dalih barang pribadi milik Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban. Ia menilai alasan tersebut tidak masuk akal dan justru menunjukkan upaya sistematis untuk menghilangkan barang bukti setelah temuan tersebut viral dan menjadi perhatian nasional.
Wisnu dalam rapat tersebut mengakui bahwa dirinyalah yang menginstruksikan pemindahan barang-barang itu. Pengakuan itu semakin menguatkan dugaan bahwa Lapas Cibinong telah dikelola secara menyimpang, di mana fasilitas layaknya hotel disediakan bagi warga binaan tertentu yang memiliki uang, sementara pembinaan yang seharusnya berjalan sesuai standar diabaikan.
Rapat yang digelar pada Senin, 28 September 2026 di Kompleks Parlemen Senayan itu menjadi momentum bagi DPR untuk mendesak evaluasi total terhadap pengawasan internal pemasyarakatan. Komisi XIII menegaskan praktik hunian mewah bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kebohongan institusi yang merusak kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan dan harus diusut hingga ke akar aliran dananya.(Red)

Posting Komentar