News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Maju dengan Nomor Urut 3, Salman S.Pd.I Siap Bawa Pasir Limau Kapas Lebih Maju dan Bermarwah

Maju dengan Nomor Urut 3, Salman S.Pd.I Siap Bawa Pasir Limau Kapas Lebih Maju dan Bermarwah

Pasir Limau Kapas, pilardemokrasi.com - No urut 3 bukan sekadar angka bagi Salman S.Pd.I. Di balik langkahnya maju sebagai calon Penghulu Pasir Limau Kapas tersimpan harapan besar untuk melihat kampung halamannya kembali bangkit, lebih maju, kompak, sejahtera, aman, dan bermarwah.

Pria yang akrab disapa Salman itu maju dalam Pemilihan Penghulu (Pilpeng) serentak tahap I tahun 2026 dengan membawa satu tekad sederhana, namun penuh makna ingin bersama masyarakat membangun Pasir Limau Kapas menjadi lebih baik.

Bagi Salman, membangun sebuah desa bukan hanya soal menjalankan pemerintahan atau mengurus administrasi. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu hadir, mendengar keluhan masyarakat, memahami persoalan warganya, serta membuka jalan bagi terciptanya kesejahteraan bersama.

Jika kelak diberikan amanah oleh masyarakat, Salman S.Pd.I berkomitmen untuk memberikan perhatian serius terhadap potensi yang dimiliki Pasir Limau Kapas, khususnya di sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Menurutnya, potensi tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu, Salman juga memiliki perhatian terhadap pengembangan Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep) sebagai salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.

Ia ingin pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu kelompok, melainkan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum perempuan melalui PKK Kepenghuluan.

“BUMKep ini juga akan kita gali. Dari Ibu PKK Kepenghuluan juga nanti kita ajak untuk mengembangkan penanaman seperti cabai dan lainnya, agar bisa memajukan ekonomi mikro,” ungkapnya.

Bagi Salman, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Ia percaya, ketika masyarakat diberikan ruang dan kesempatan untuk berkembang, maka ekonomi desa juga akan tumbuh dengan kekuatan dari warganya sendiri.

Keinginannya untuk membangun Pasir Limau Kapas bukanlah sekadar janji politik. Salman memiliki pengalaman cukup panjang dalam dunia pemerintahan kepenghuluan.

Ia sebelumnya adalah seorang Guru disalah satu sekolah yang ada di Pasir Limau Kapas, dan pernah menjadi PJ Penghulu di Kantor Kepenghuluan Pasir Limau Kapas.

Pengalaman selama bertahun-tahun tersebut membuat Salman cukup mengenal persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia memahami bahwa membangun desa membutuhkan kesabaran, kebersamaan, dan kepemimpinan yang benar-benar hadir untuk rakyat.

Keputusan Salman untuk maju dalam Pilpeng serentak tahun 2026 juga tidak terlepas dari dukungan keluarga dan sahabat yang menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik.

Namun bagi Salman perubahan itu tidak akan pernah terwujud jika hanya dibebankan kepada seorang pemimpin.

Ia ingin masyarakat Pasir Limau Kapas kembali menemukan kekuatan terbesar yang selama ini menjadi modal sebuah kampung, yakni persatuan dan kebersamaan.

“Kita melihat desa ini banyak potensi nya. Jadi kita ingin hadir di sini untuk sama-sama membina desa ini agar desa ini bermarwah,” tegasnya.

Kalimat itu menjadi semangat dan sekaligus harapan yang dibawa Salman dalam perjuangannya.

Ia tidak ingin datang dengan janji bahwa seorang penghulu mampu menyelesaikan seluruh persoalan sendirian. Sebaliknya, ia ingin mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam membangun kampung halaman mereka sendiri.

“Kita mengajak masyarakat Pasir Limau Kapas bagaimana ke depannya bisa lebih kompak, maju, sejahtera, aman dan tenteram. Karena kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan masyarakat Pasir Limau Kapas ini siapa lagi yang akan menjaga marwah desa kita,” katanya pula.

Bagi Salman, Pasir Limau Kapas bukan sekadar wilayah yang ingin dipimpin. Pasir Limau Kapas adalah kampung halaman. Tempat masyarakat menggantungkan harapan, membesarkan keluarga, mencari kehidupan, dan menaruh masa depan anak-anak mereka.

Karena itu, menjaga marwah desa berarti menjaga harga diri dan masa depan bersama.

Dengan semangat nomor urut 3, Salman membawa harapan agar masyarakat Pasir Limau Kapas dapat kembali bersatu, saling menguatkan, dan bersama-sama menggali potensi yang ada demi kehidupan yang lebih baik.

Sektor pertanian, peternakan, Perikanan BUMKep, ekonomi mikro hingga pemberdayaan masyarakat diyakininya dapat menjadi jalan untuk membuka peluang baru bagi warga.

Namun di atas semua itu, Salman percaya bahwa kekuatan terbesar sebuah desa bukan hanya terletak pada pemimpinnya.

“Desa akan kuat ketika masyarakatnya bersatu. Desa akan maju ketika warganya mau bergerak bersama. Dan Pasir Limau Kapas akan kembali bermarwah ketika seluruh masyarakat memiliki harapan yang sama untuk membangun kampung halaman mereka,” tuturnya.

Kini, dengan nomor urut 3, Salman S.Pd.I menitipkan harapan besar kepada masyarakat Pasir Limau Kapas.untuk dukungannya.

“Harapan untuk bangkit, harapan untuk bersatu, dan harapan untuk menghadirkan Pasir Limau Kapas yang lebih maju, sejahtera, aman, tenteram, serta kembali memiliki marwah yang membanggakan,” demikian Salman S.Pd.I.(Fauzi)
 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar