Kualitas Udara Memburuk, BPBD Rohil Teruskan Data ISPU "Tidak Sehat" ke Dinas Pendidikan
ROHIL, pilardemokrasi.com - Kualitas udara di wilayah Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kembali mencemaskan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil pada Rabu (16/9/2026), konsentrasi partikulat halus PM2.5 melonjak tajam dan berada di kategori tidak sehat.
Berdasarkan pantauan Stasiun Kabupaten Rohil di Bangko, angka PM2.5 bergerak di kisaran 167 hingga 180 sejak pukul 00.00 hingga 13.00 WIB. Puncak polusi tertinggi tercatat pada pukul 09.00 WIB dengan menyentuh angka 180. Sementara itu, komponen PM10 tercatat stabil di kisaran 85 hingga 90, menjadikan PM2.5 sebagai faktor kritis penentu buruknya kualitas udara hari ini.
Menanggapi situasi ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohil, H. Syafnurizal, S.E., bergerak cepat dengan meneruskan laporan data ISPU tersebut kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Rohil. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap keselamatan anak-anak sekolah yang masuk dalam kelompok rentan.
"Sudah kami sampaikan setelah menerima laporan dari DLH soal ISPU tadi. Hasilnya sudah saya teruskan ke Disdik," ujar Syafnurizal, Rabu (16/9/2026).
Pihaknya menegaskan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan karena kualitas udara sangat dinamis dan dipengaruhi oleh faktor cuaca, arah angin, serta potensi sumber pencemar di sekitar wilayah. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil, H.M. Nurhidayat, belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah lanjutan untuk aktivitas belajar-mengajar di lapangan.
Mengingat kondisi udara yang fluktuatif dan berisiko bagi kesehatan, BPBD Rohil mengimbau masyarakat untuk:
Pantau Informasi Resmi: Selalu update perkembangan data ISPU dari sumber instansi berwenang.
Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Batasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.
Gunakan Masker: Disarankan memakai pelindung pernapasan jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan demi meminimalisir dampak buruk partikulat halus terhadap kesehatan paru-paru.(Fauzi)

Posting Komentar