Janji "Lillahi Ta'ala" Bupati Rohil Ditagih: Wartawan Geruduk BPKAD Pertanyakan Anggaran Publikasi Rp850 Juta
ROKAN HILIR, pilardemokrasi.com - Sumpah lillahi ta'ala yang diucapkan hingga tiga kali oleh Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, untuk merangkul insan pers kini berbalik menjadi sorotan tajam. Janji manis pembaruan tersebut dinilai kontras dengan kenyataan di lapangan, menyusul aksi puluhan wartawan yang mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Mess Pemda Rohil.
Kedatangan para kuli tinta ini bukan tanpa sebab. Mereka menuntut kejelasan transparan terkait pengelolaan anggaran publikasi media Tahun Anggaran 2026 yang ditaksir mencapai sekitar Rp850 juta. Sayangnya, aksi damai tersebut berujung kebuntuan. Tidak satupun pejabat berwenang atau pimpinan daerah yang berada di lokasi untuk menemui para jurnalis guna memberikan penjelasan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPKAD maupun Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) Rohil masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik anggaran ratusan juta rupiah tersebut.
Menanggapi mandeknya komunikasi ini, tokoh pers Rohil, Masrul Gusti, angkat bicara keras. Ia mendesak Pemkab Rohil agar bersikap kooperatif dan terbuka dalam menyajikan data, tidak hanya di BPKAD tetapi juga di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengalokasikan dana publikasi.
"Untuk mencegah penyebaran informasi yang simpang siur di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemimpin daerah Rohil saat ini, Pemkab seharusnya mampu menciptakan hubungan kemitraan strategis dengan wartawan," tegas Masrul.
Ia menambahkan, fungsi kontrol sosial dan kritik konstruktif yang disuarakan media seharusnya dipandang sebagai bahan evaluasi positif bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik, bukan sebagai ancaman.
Polemik ini kian memanas lantaran publik dan insan pers masih mengingat jelas pernyataan Bupati Rohil dalam sebuah kesempatan sebelumnya. Saat itu, sang bupati mengajak seluruh elemen untuk kompak membangun daerah serta meminta agar pemberitaan miring disaring terlebih dahulu.
Tak tanggung-tanggung, untuk meyakinkan publik dan media, Bupati Rohil bahkan mengatakan sumpah atas nama Tuhan.
"Aku lillahi ta'ala ya, lillahi ta'ala, lillahi ta'ala, tiga kali aku berupaya keinginan masyarakat ingin perubahan. Aku akan berupaya hubungan keseluruhan masyarakat, tokoh masyarakat termasuk wartawan," ujar Bupati Rohil saat itu, yang juga berpesan agar informasi di media sosial disikapi secara bijak.
Kini, retorika dan sumpah sang pemimpin daerah diuji oleh realitas di lapangan. Ketika akses komunikasi tertutup dan transparansi anggaran publikasi dipertanyakan, publik Rokan Hilir menanti komitmen nyata dari Pemkab Rohil untuk membuktikan perkataan dengan tindakan.(Fauzi)

Posting Komentar