Dua Unit Gedung Sekolah Paud di Gajah Mada Mangkrak dan Ditelan Semak Belukar, Warga Tagih Janji Komisi D DPRD Rohil
ROHIL, pilardemokrasi.com - 2 Unit Gedung Paud Yang di bangun melalui Dana Alokasi Khusus DAK Tahun 2022 hingga kini bernasib tragis-terbengkalai dan tak pernah di pungsikan sama sekali dari siapnya bangunan tersebut sampai hari ini.
Alih-alih menjadi pusat pencetak generasi bangsa yang cerdas, kompleks gedung pendidikan tersebut kini menjelma mirip bangunan mati.
Sementara itu, area pekarangan sekolah telah berubah menjadi hutan kecil yang dipenuhi rimbunnya tumbuhan liar dan rumput tinggi.
Padahal sebelumnya salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan rasa kecewa dan keprihatinan mendalam atas kondisi fasilitas publik yang mubazir tersebut.
"Kami selaku warga sangat prihatin. Gedung tempat mendidik anak usia dini ini dulunya sangat kami idam-idamkan. Ironisnya, sejak dibangun beberapa tahun silam hingga saat ini belum bisa kami pergunakan sama sekali, entah apa kendalanya," ujarnya dengan nada penuh harap.
Bukan hanya itu, secercah harapan juga sempat menyala ketika Komisi D DPRD Rohil melalui Purnomo, S.Ag., dengan tegas menyatakan akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan terkait serta pihak pengelola sekolah. Langkah sigap tersebut direncanakan untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mengurai benang kusut dan mencari akar permasalahan mangkraknya proyek negara tersebut.
Namun, janji tinggal janji. Hingga detik ini, bangunan yang digadang-gadang menjadi pusat mencetak generasi emas Rohil itu tetap gelap, kosong, dan dikuasai semak belukar.
Kini, warga Jalan Gajah Mada kembali menaruh asa yang besar kepada jajaran Komisi D DPRD Rohil di bawah kepemimpinan Purnomo. Masyarakat mendesak agar para wakil rakyat tidak tinggal diam dan segera membuktikan komitmennya untuk membenahi, memfungsikan, serta menyelamatkan aset pendidikan tersebut agar benar-benar membawa manfaat nyata bagi anak-anak di Rokan Hilir.(Fauzi)

Posting Komentar