Diduga...TUmpukan Sampah Yang membusuk Bukti Nyata Kadis DLH Rohil Tak Mampu Bekerja.
BAGANSIAPIAPI Pilar Demokrasi.com – Tumpukan sampah yang kini sudah menutupi badan jalan di belakang Pasar Pelita serta berserakan di sepanjang pinggiran jalan Kota Bagansiapiapi seolah menjadi bukti nyata kelalaian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir. Ironisnya, di tengah masalah yang meresahkan warga ini, Kepala DLH Iswandi, S.Sos justru terkesan menutup mata, menghindar, dan bungkam.
Padahal, DLH Rohil diketahui memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup banyak. Akan tetapi, ketersediaan sumber daya tersebut seolah tidak berfungsi maksimal dan terbuang sia-sia karena tidak diarahkan untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan ibu kota kabupaten Rokan Hilir.
Awak media sudah berupaya mencari kejelasan sejak Kamis (23/7/2026) dengan mendatangi kantor dinas. Namun saat itu, Kadis Iswandi dengan mudahnya menolak ditemui dengan alasan sedang sibuk dan tidak mau diganggu. Belum puas, pada Selasa (28/7/2026) redaksi kembali menyampaikan permohonan konfirmasi secara tertulis berisi lima poin pertanyaan mendasar terkait penyebab, solusi, hingga kendala pengelolaan sampah. Hingga berita ini terbit, tidak ada satu pun jawaban atau tanggapan yang disampaikan.
Sikap cuek dan menghindar ini sangat disayangkan. Masyarakat mempertanyakan: jika memiliki banyak pegawai namun jalan masih penuh sampah, lalu ke mana arah kebijakan dan pengawasan pimpinan dinas? Apakah sumber daya yang ada hanya sekadar daftar nama tanpa ada perintah kerja nyata di lapangan?
Tumpukan sampah yang makin menggunung bukan sekadar merusak pemandangan, melainkan berpotensi memicu penyakit, menghambat akses warga, dan menurunkan citra Rokan Hilir di mata publik. Padahal, menjaga lingkungan bersih dan sehat adalah tugas pokok serta tanggung jawab utama DLH sebagai instansi publik yang dibayar uang rakyat.
Redaksi tetap menunggu keberanian Kadis Iswandi untuk memberikan klarifikasi terbuka dan menunjukkan langkah nyata membersihkan kota, bukan sekadar bersembunyi di balik alasan kesibukan dan diam seribu bahasa. (Redaksi)
BAGANSIAPIAPI – Tumpukan sampah yang kini sudah menutupi badan jalan di belakang Pasar Pelita serta berserakan di sepanjang pinggiran jalan Kota Bagansiapiapi seolah menjadi bukti nyata kelalaian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir. Ironisnya, di tengah masalah yang meresahkan warga ini, Kepala DLH Iswandi, S.Sos justru terkesan menutup mata, menghindar, dan bungkam.
Padahal, DLH Rohil diketahui memiliki jumlah tenaga kerja yang cukup banyak. Akan tetapi, ketersediaan sumber daya tersebut seolah tidak berfungsi maksimal dan terbuang sia-sia karena tidak diarahkan untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan ibu kota kabupaten Rokan Hilir.
Awak media sudah berupaya mencari kejelasan sejak Kamis (23/7/2026) dengan mendatangi kantor dinas. Namun saat itu, Kadis Iswandi dengan mudahnya menolak ditemui dengan alasan sedang sibuk dan tidak mau diganggu. Belum puas, pada Selasa (28/7/2026) redaksi kembali menyampaikan permohonan konfirmasi secara tertulis berisi lima poin pertanyaan mendasar terkait penyebab, solusi, hingga kendala pengelolaan sampah. Hingga berita ini terbit, tidak ada satu pun jawaban atau tanggapan yang disampaikan.
Sikap cuek dan menghindar ini sangat disayangkan. Masyarakat mempertanyakan: jika memiliki banyak pegawai namun jalan masih penuh sampah, lalu ke mana arah kebijakan dan pengawasan pimpinan dinas? Apakah sumber daya yang ada hanya sekadar daftar nama tanpa ada perintah kerja nyata di lapangan?
Tumpukan sampah yang makin menggunung bukan sekadar merusak pemandangan, melainkan berpotensi memicu penyakit, menghambat akses warga, dan menurunkan citra Rokan Hilir di mata publik. Padahal, menjaga lingkungan bersih dan sehat adalah tugas pokok serta tanggung jawab utama DLH sebagai instansi publik yang dibayar uang rakyat.
Redaksi tetap menunggu keberanian Kadis Iswandi untuk memberikan klarifikasi terbuka dan menunjukkan langkah nyata membersihkan kota, bukan sekadar bersembunyi di balik alasan kesibukan dan diam seribu bahasa. (Redaksi)

Posting Komentar