Cegah Banjir Menahun, Warga Kepenghuluan Sungai Bakau Kompak Patungan Sewa Eksavator
Rohil, pilardemokrasi.com - Warga Kepenghuluan Sungai Bakau, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kembali membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terjaga kuat di tengah masyarakat. Berbekal dana swadaya, warga secara mandiri menyewa satu unit alat berat jenis eksavator guna membersihkan serta menormalisasi parit dan kanal di wilayah mereka.Langkah taktis ini terpaksa diambil warga sebagai upaya preventif untuk mencegah banjir langganan yang kerap melumpuhkan aktivitas harian saat musim hujan tiba.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat akibat buruknya sistem drainase.
"Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir agar memberikan perhatian terhadap kondisi di Kepenghuluan Sungai Bakau. Di daerah kami, apabila hujan turun selama satu hari saja, jalan-jalan sudah tergenang dan halaman rumah warga ikut kebanjiran, akhirnya enggak bisa beraktivitas,” keluhnya.
Menanggapi aksi nyata warganya, Penghulu Sungai Bakau, Supianto,, menyampaikan apresiasi tinggi serta rasa bangga atas kekompakan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh seluruh masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sungai Bakau atas kekompakan dan semangat gotong royong dalam menggalang dana untuk penggalian parit. Semoga usaha ini dapat membantu mengurangi risiko banjir dan menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujar Supianto.
Meski aksi swadaya ini menjadi solusi cepat di tengah darurat banjir, Supianto mewakili suara warganya berharap agar Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir turut hadir memberikan perhatian serius. Warga sangat mengharapkan adanya intervensi berupa pembangunan serta perbaikan infrastruktur drainase yang lebih permanen.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah, persoalan banjir menahun di Kepenghuluan Sungai Bakau diharapkan dapat ditangani secara maksimal demi menjamin kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan warga ke depannya.(Fauzi)

Posting Komentar