BAGANSIAPIAPI, pilardemokrasi.com - Jagat media sosial di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dihebohkan oleh unggahan dari akun Facebook bernama Juenmienr Bagansiapiapi. Akun tersebut melayangkan kritik tajam dan tuduhan serius yang diarahkan kepada oknum di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir terkait dugaan pungutan liar (pungli) dan intimidasi terhadap ibu-ibu petugas kebersihan (dinas pasar).
Dalam unggahan yang viral tersebut, pemilik akun mengecam tindakan oknum DLH yang dinilai tidak memiliki empati dan kerap memeras para pekerja yang notabene merupakan masyarakat kecil.
"Dari dulu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir ini yang selalu jadi masalah. Kok tidak ada pikirannya kalian mengutip uang sama ibu-ibu dinas pasar ya," tulis akun Juenmienr Bagansiapiapi dalam unggahannya.
Akun tersebut membeberkan sejumlah modus operandi yang diduga dilakukan oleh oknum DLH Rohil untuk mencari keuntungan pribadi. Beberapa di antaranya meliputi:
Biaya Pemindahan Rute: Pekerja diduga diminta uang sebesar Rp200.000 per orang jika tidak ingin rute kerjanya dipindahkan secara sepihak.
Pungutan Penerimaan Kerja: Warga yang ingin masuk kerja atau menggantikan posisi pekerja lain diduga dimintai sejumlah uang.
Intimidasi Pemecatan: Apabila para pekerja menolak memberikan uang yang diminta, oknum tersebut diduga mengancam akan memberhentikan mereka.
Lebih mirisnya lagi, akun tersebut menyebutkan bahwa aksi pungli ini tetap berjalan di tengah kondisi para pekerja yang kerap mengalami keterlambatan pembayaran gaji bulanan. Oknum tersebut juga dituding mencatut nama Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala Dinas DLH Rohil untuk memuluskan aksinya.
Melalui unggahan itu, pemilik akun juga secara langsung menandai dan meminta ketegasan dari pasangan pemimpin Rokan Hilir yang baru, yaitu Bupati Bistamam dan Jhony Charles. Ia menegaskan bahwa praktik-praktik koruptif seperti ini bukanlah perubahan yang diinginkan oleh masyarakat Rohil.
"Bukan ini perubahan yang kami inginkan pak Bistamam Bupati Rohil dan Jhony Charles. Mohon diberikan tindakan tegas terhadap anggotanya. Kalau mau bukti kita berikan buktinya, dan kalau mau saksi kita berikan saksi. Tolong pak," tegasnya di akhir unggahan.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus mendapat sorotan dan komentar dari warganet. Pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir serta pihak terkait untuk memverifikasi kebenaran dari tuduhan serius yang dilayangkan oleh masyarakat tersebut. (Fauzi)