Pilih Rugi Rp35 Juta Dibanding Disita Satpol PP, Pedagang Buah di Rohil Bagikan 3 Ton Semangka Gratis ke Warga!

BAGANSIAPIAPI (ROHIL), pilardemokrasi.com - Sebuah aksi protes tak biasa terjadi di jantung Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), pada Selasa (7/7/2026). Tak rela barang dagangannya diangkut paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jumida (43), seorang pedagang buah setempat, memilih untuk membagikan cuma-cuma seluruh dagangannya—termasuk 3 ton semangka segar—kepada warga yang melintas.

Suasana di depan Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Bagansiapiapi yang semula tenang mendadak riuh. Isak tangis bercampur amarah pecah saat armada penertiban Satpol PP merangsek maju hendak mengosongkan lapak milik Jumida.

​"Daripada buah-buah ini diangkut Satpol PP dan pasti rusak, saya lebih ikhlas jika masyarakat yang menikmatinya dalam kondisi segar. Biar Tuhan yang membalas semuanya!" teriak Jumida di hadapan petugas, sembari menahan air mata yang mulai berlinang.

​Aksi Protes Senilai Rp35 Juta

Sambil melempar senyum getir, wanita ibu dari lima anak ini dengan cekatan membagikan buah semangka, salak, manggis, hingga jeruk Sunkist kepada pengendara dan pejalan kaki yang lewat. Warga yang awalnya terkejut, langsung menyemut di lokasi untuk menerima buah gratis tersebut.

​Jumida mengaku rela menelan kerugian materi hingga Rp35 juta demi mempertahankan harga dirinya yang merasa diperlakukan tidak adil oleh aparat.

​"Sekarang di mana letak salah saya? Saya tidak pernah memakan badan jalan. Lapak saya ini dipisah oleh selokan. Lagipula, saya berjualan di sini atas izin resmi pihak bank karena saya nasabah mereka," tuturnya dengan suara bergetar.

Ironisnya, saat eksekusi berlangsung, pihak manajemen BSI sempat keluar kantor dan pasang badan untuk memberikan penjelasan kepada petugas. Pihak bank menegaskan bahwa area yang digunakan Jumida adalah wilayah internal mereka dan telah mengantongi izin resmi. Namun, penjelasan tersebut bak angin lalu; Satpol PP tetap bersikeras melakukan penertiban.

Sentil Kepemimpinan Bupati Rohil yang Baru

​Jumida yang sudah melakoni profesi sebagai pedagang buah sejak tahun 2016 ini mengaku baru kali ini mendapatkan perlakuan represif. Ia pun secara terbuka membandingkan kondisi saat ini dengan era kepemimpinan daerah sebelumnya.

​"Bupati sebelumnya tidak pernah menyakiti kami para pedagang kecil. Tidak seperti kepemimpinan saat ini," cetus Jumida kecewa.

​Ia pun melayangkan pesan menohok yang ditujukan langsung kepada Bupati Rokan Hilir saat ini, Bistamam. Jumida meminta agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan bersikap tebang pilih dalam menegakkan aturan.

​"Kepada Pak Bupati Bistamam, tolong jangan ada lagi pedagang yang menjadi korban seperti saya. Kami hanya mencari makan di rumah kami sendiri. Kami bayar uang kebersihan setiap bulan, sampah tidak pernah berserakan. Lima anak saya sekolah dari hasil dagangan ini," keluhnya.

​Hingga berita ini diturunkan, aksi teatrikal protes dengan membagikan berton-ton buah gratis ini viral dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Rokan Hilir. Warga menyayangkan sikap kaku aparat yang dinilai kurang humanis terhadap para pelaku UMKM kecil yang sedang bertahan hidup.(Fauzi)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال