Perkuat Pembinaan Rohani, Lapas Bagansiapiapi Fasilitasi Ibadah Warga Binaan di Gedung Baru

Ujung Tanjung, pilardemokrasi.com - Upaya pembinaan keagamaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi terus diperkuat.

Salah satunya melalui pelaksanaan ibadah rutin Gereja Oikumene yang kini digelar di gedung baru dengan fasilitas yang lebih representatif, sehingga memberikan kenyamanan bagi warga binaan beragama Kristen dalam menjalankan aktivitas kerohanian.

Pelaksanaan ibadah yang berlangsung penuh khidmat pada Minggu (21/6/2026) tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Bagansiapiapi dalam menjamin pemenuhan hak beribadah seluruh warga binaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Kegiatan keagamaan itu dipimpin oleh seorang pendeta dari gereja setempat yang bekerja sama dengan pihak lapas.

Kehadiran pembimbing rohani diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus memberikan motivasi positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menegaskan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran strategis dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.

"Kami selalu mendukung penuh setiap kegiatan keagamaan di sini. Melalui ibadah rutin ini, kami berharap warga binaan Kristen dapat merefleksikan diri, mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga ketika mereka bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," ujar Agus Imam Taufik.

Menurutnya, program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan tidak hanya bertujuan memenuhi hak dasar warga binaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran, tanggung jawab, serta perubahan perilaku yang positif.

Sepanjang ibadah berlangsung, suasana penuh ketenangan dan kekhusyukan terasa di dalam ruangan.

Momen puji-pujian dan doa bersama menjadi bagian yang paling menyentuh, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi para peserta ibadah.

Bagi warga binaan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjalankan kewajiban agama, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat semangat, menumbuhkan harapan, dan saling memberikan dukungan moral selama menjalani masa pidana.

Pihak lapas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan aman. Pengawasan dilakukan secara humanis oleh petugas sebagai bagian dari pendekatan pembinaan yang menitikberatkan keseimbangan antara aspek keamanan dan pengembangan karakter.

Ke depan, ibadah Gereja Oikumene akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Bagansiapiapi berharap warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna serta memiliki bekal spiritual yang kuat ketika kembali ke lingkungan sosialnya.(Fauzi)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال