Kapolres Rohil Serahkan Bibit Pohon di Pengukuhan LAM Rohil, Pesan Kuat Jaga Alam Bersama Adat
ROHIL, pilardemokrasi.com - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir resmi memasuki babak baru. H. Fuad Ahmad, S.H., M.H., secara resmi dikukuhkan sebagai Datuk Seri Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Rohil dalam prosesi sakral yang digelar di Gedung LAM Batu 6, Jalan Lintas Bagansiapiapi–Ujung Tanjung, Rabu (30/9/2026).
Acara pengukuhan berlangsung khidmat dengan kentalnya nuansa tradisi Melayu. Para tamu kehormatan disambut dengan rangkaian prosesi adat, mulai dari:
Atraksi pencak silat tradisional
Tradisi tabur beras kunyit
Iringan tabuhan kompang menuju balai adat
Prosesi turut dihadiri oleh para pemangku adat, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta insan pers. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, pengukuhan oleh Datuk Bintara Kanan, tradisi tepuk tepung tawar, hingga penyampaian tunjuk ajar oleh Ketua Umum MKA LAM Riau.
Di tengah khidmatnya prosesi adat, sebuah momen menarik dan penuh makna mencuri perhatian publik. Kapolres Rohil, AKBP Aldi Alfa Faroqi, secara simbolis menyerahkan bibit pohon kepada Datuk Seri H. Fuad Ahmad.
Penyerahan ini merupakan wujud nyata implementasi program Green Policing yang diusung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan. Program tersebut mengedepankan kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam.
"Penyerahan bibit pohon ini bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan. Kami ingin lembaga adat turut menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam, seiring menjaga keluhuran budaya," ungkap AKBP Aldi.
Kapolres berharap bibit pohon tersebut dapat ditanam di lingkungan gedung LAM maupun kawasan pemukiman warga, sehingga tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi terwujudnya Kabupaten Rokan Hilir yang hijau, asri, dan damai.
Menanggapi hal tersebut, Datuk Seri H. Fuad Ahmad menyambut baik inisiatif strategis ini. Ia menyatakan komitmen penuh jajaran adat untuk merawat bibit tersebut serta menanamkan kesadaran lingkungan kepada masyarakat luas.
Rangkaian acara pengukuhan yang sarat makna budaya dan kepedulian lingkungan ini ditutup pada pukul 12.00 WIB dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.(Redaksi)

Posting Komentar