Panipahan, pilardemokrasi.com - Masyarakat Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, mendesak kepastian terkait belum beroperasinya SPBU Kompak PT Bumi Rokan Sejahtera. Berdasarkan pemantauan di lapangan hingga awal Agustus 2026 ini, bangunan SPBU tersebut tampak hampir rampung, namun masih mangkrak tanpa ada kejelasan jadwal operasional.
Kondisi ini memicu keresahan mendalam, mengingat warga setempat—yang sebagian besar menggantungkan hidup sebagai nelayan—sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang lancar untuk menunjang aktivitas perekonomian sehari-hari.
Saat dikonfirmasi awak media, Dengan pemilik lahan yang bernama Abeng, ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan fisik telah berjalan kurang lebih tujuh bulan. Namun, seluruh kendali operasional sepenuhnya berada di tangan pihak Pertamina.
"Saya hanya menyediakan tempat. Dulu saya sudah pernah menghubungi pihak Pertamina, jawabannya diminta bersabar karena katanya tidak lama lagi. Namun sampai sekarang belum ada kepastian," ujar Abeng meminta kepastian.
Ia menegaskan bahwa dirinya selaku penyedia lahan selalu siap mendukung dan mengikuti seluruh arahan teknis maupun administratif dari pihak Pertamina agar fasilitas tersebut bisa segera melayani masyarakat.
Keterlambatan operasional SPBU Kompak PT Bumi Rokan Sejahtera membuat warga Panipahan saat ini terpaksa mengandalkan satu-satunya SPBU yang ada, yaitu SPBU PT Maju Jaya.
Keterbatasan suplai ini berdampak langsung pada warga yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM dengan durasi tunggu yang ekstrem kerap memicu perselisihan antarwarga di lokasi pengisian hingga membuat kelumpuhan pada sektor perikanan yang sebagian besar sebagai wilayah pesisir, kelancaran distribusi BBM merupakan nyawa utama bagi para nelayan untuk melaut dan menggerakkan roda ekonomi lokal.
Masyarakat Kecamatan Pasir Limau Kapas kini memohon kepada pihak Pertamina, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, serta instansi berwenang lainnya untuk segera turun tangan melakukan peninjauan langsung.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya transparansi dan kepastian hukum serta operasional agar SPBU Kompak PT Bumi Rokan Sejahtera dapat segera dibuka. Kehadiran SPBU baru ini diyakini menjadi solusi krusial untuk mengurai antrean panjang, memangkas potensi konflik horizontal, serta memulihkan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat pesisir Panipahan.(Ikang Fauzi)