BAGANSIAPIAPI, pilardemokrasi.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Belum reda perbincangan publik terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap petugas kebersihan penyapu jalan serta maraknya tumpukan sampah di jantung ibu kota Bagansiapiapi, kini instansi tersebut kembali dikritik akibat pembiaran sampah yang menumpuk hingga berminggu-minggu.
Kritik ini mencuat setelah salah seorang warga melalui akun media sosial Facebook atas nama Syafrizal M. mengunggah keluh kesah terkait kondisi lingkungan di kawasan Batu 6, Bagansiapiapi. Dalam unggahannya, ia meminta warga agar tidak lagi membuang sampah di lokasi tersebut karena sudah menjadi tempat penumpukan liar yang menggunung dan menimbulkan bau tidak sedap.
"Mohon maaf untuk masyarakat sekitaran batu 6, jangan buang sampah di depan gang Pesantren Tahfidz Daarul Muqoomah atau disamping rumah H. Sulaimanazhar Leman krn tiap hari menggunung sampahnya disitu, kasian org tua santri dan anak-anak mengaji lewat disitu banyak sampah dan berbau," tulis Syafrizal dalam unggahannya.
Selain mengimbau warga sekitar, Syafrizal juga secara tegas meminta pihak DLH Rohil untuk segera turun tangan mengangkut sampah-sampah tersebut yang diketahuinya sudah dibiarkan tidak diangkut selama lebih dari sepekan.
Kondisi ini menambah panjang daftar rapor merah pengelolaan kebersihan di bawah naungan DLH Kabupaten Rokan Hilir. Sebelumnya, instansi ini juga sempat viral dan disorot tajam akibat:
Adanya laporan dugaan pungutan liar yang menyasar para ibu-ibu pekerja kebersihan (penyapu jalan).
Menumpuknya sampah di berbagai titik strategis jantung Kota Bagansiapiapi yang dinilai mencoreng keindahan dan kebersihan ibu kota kabupaten.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, melalui instansi terkait, segera mengevaluasi total sistem manajemen kerja di lingkungan DLH Rohil. Langkah cepat penanganan darurat sampah di kawasan Batu 6 dan titik-titik penumpukan lainnya sangat dinantikan demi kenyamanan serta kesehatan warga dan para santri yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus mendapat sorotan dan komentar dari warganet. Warga mendesak pemimpin daerah Bupati Rohil H. Bistamam untuk segera mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwandi S.Sos karna dinilai tidak becus dalam menjalankan tugas dan memimpin anggotanya. Hingga saat ini pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Suwandi S.Sos selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memverifikasi kebenaran dari tuduhan serius yang dilayangkan oleh masyarakat tersebut. (Fauzi)