Warga Ingatkan Calon Penghulu di Bagan Jawa : Jangan Hanya Obral Janji Manis Jelang Pilkades


Bagansiapiapi, pilardemokrasi.com - Menjelang Pemilihan Penghulu serentak, tensi politik di tingkat desa khususnya di Kepenghuluan Bagan Jawa mulai menghangat. Para calon Penghulu  gencar melakukan sosialisasi dan menyampaikan visi-misi mereka. Namun, fenomena ini justru memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Kepenghuluan Bagan Jawa. Warga meminta agar para calon tidak sekadar "bicara besar" demi mendulang suara.

​Aspirasi ini muncul dari keresahan warga yang kerap merasa kecewa setelah pemilu usai. Menurut sejumlah warga Kepenghuluan Bagan Jawa momentum kampanye sering kali dimanfaatkan oleh para calon untuk mengobral janji-janji manis yang sulit direalisasikan.

"Kami bosan mendengar pidato-pidato besar saat belum terpilih. Yang kami butuhkan bukan sekadar kata-kata hebat yang selalu di buat di media media tapi komitmen nyata yang bisa dibuktikan setelah nanti duduk di kursi jabatan," Ujar salah seorang warga setempat.

​Menuntut Program Kerja yang Realistis

​Masyarakat kini dinilai makin kritis dalam melihat rekam jejak dan program kerja yang ditawarkan. Warga berharap para calon Penghulu di Bagan Jawa lebih fokus pada solusi konkret terkait masalah mendasar di desa.

Media Sebagai Pengawas

​Keresahan warga ini menjadi pengingat penting bagi para kontestan Pilkades. Masyarakat berharap media massa ikut mengawal jalannya pesta demokrasi ini dengan menyuarakan fakta di lapangan, sehingga para calon merasa diawasi dan tidak asal berjanji.

​Tuntutan warga sangat jelas: mereka tidak lagi mencari pemimpin yang pandai bersilat lidah, melainkan sosok yang siap bekerja keras dan membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan desa.(Fauzi)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال