Rohil, pilardemokrasi.com - Puluhan kontraktor mendatangi Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, untuk menagih pembayaran sejumlah kegiatan tahun 2025 yang hingga kini belum dibayarkan. Para rekanan mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera menyelesaikan tunda bayar yang disebut telah berlangsung selama lima bulan terakhir.
Awalnya, para kontraktor berupaya menemui Bupati di Mess Pemda, Jalan Perwira, Bagansiapiapi. Namun, pertemuan tersebut gagal lantaran Bupati Bistamam dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPRD Rohil dengan agenda penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah.
Tak ingin pulang dengan tangan kosong, para kontraktor kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Rohil di kawasan Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi, untuk kembali mencoba bertemu langsung dengan orang nomor satu di Negeri Seribu Kubah itu pada Senin (11/5/2026) petang kemarin.
Setelah menunggu beberapa saat, perwakilan kontraktor akhirnya diizinkan masuk dan melakukan pertemuan bersama Bupati Rohil di ruang Sekretaris Dewan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Rohil Fauzi Efrizal selaku Ketua TPAD, Asisten III Setdakab Rohil Normansyah, serta sejumlah anggota DPRD Rohil.
Suasana sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara sejumlah kontraktor dengan personel Satpol PP di pintu masuk ruang Sekwan. Kericuhan kecil itu dipicu oleh seorang kontraktor yang mencoba menerobos masuk bersama rombongan perwakilan lainnya. Namun situasi akhirnya dapat dikendalikan dan para kontraktor diperbolehkan bertemu langsung dengan Bupati.
Salah seorang kontraktor, Randi Maulana, mengaku kedatangan mereka semata-mata untuk menuntut hak atas pekerjaan yang telah diselesaikan pada tahun 2025.
“Kami datang tidak ada maksud lain selain menagih hak kami. Kegiatan sudah kami kerjakan, tapi pembayaran belum juga diselesaikan. Kondisi seperti ini bahkan hampir terjadi setiap tahun,” keluh Randi.
Meski demikian, Randi mengaku cukup lega setelah mendengar komitmen Pemkab Rohil yang berjanji akan menyelesaikan pembayaran tunda bayar tersebut dalam waktu dekat.
“Alhamdulillah, respons Pak Bupati cukup baik. Tadi dijanjikan pembayaran kegiatan tahun 2025 akan diselesaikan melalui APBD murni 2026 dan ditargetkan dalam waktu satu bulan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pembayaran diprioritaskan bagi rekanan yang hadir langsung menemui Bupati Rohil.
“Tadi disampaikan yang diprioritaskan dibayar adalah rekanan yang hadir hari ini. Kami mengapresiasi hasil pertemuan ini, tapi tentu kami tetap menunggu realisasi janji tersebut sampai benar-benar tuntas 100 persen,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Rohil Fauzi Efrizal mengatakan pemerintah daerah akan terlebih dahulu menginventarisasi total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pembayaran kegiatan yang tertunda.
“Nanti akan kita inventarisir dulu berapa total kebutuhan anggarannya untuk pembayaran kegiatan rekanan tahun 2025 yang tertunda. Kalau perkiraan sementara mungkin sekitar Rp19 miliar. Pak Bupati sudah berkomitmen menyiapkan anggaran itu dan insyaallah dalam waktu dekat akan segera diselesaikan,” terang Fauzi.(Redaksi)
