Aplikasi Peduli Lindungi Tidak Pernah Disosialisasikan Samasekali, Negara diminta Mencabut Izin Resmi


Dumai, Pilardemokrasi.com  |  Minyak goreng kemasan rakyat dengan merek Minyakita milik Pemerintah yang diluncurkan pada Juli 2022 lalu belakangan ini ramai diperbincangkan. 

Mulai dari hilangnya peredaran hingga kenaikan harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) hampir diseluruh wilayah khususnya di Kota Dumai.(Minggu 10 Mei 2026)

Minyakkita merupakan program Kementerian Perdagangan yang ditujukan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan minyak goreng, Termasuk mempermudah pendistribusiannya hingga Negara menerbitkan aplikasi peduli lindungi yang diamanahkan kepada Bulog dan ID Food.

Namun fakta dilapangan tidak pernah berbanding lurus, Aplikasi Peduli Lindungi tidak pernah disosialisasikan sama sekali kepada masyarakat di Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai.

Saat dikonfirmasi pihak ID Food melalui bung "Eko", Beliau menjawab, "Untuk minyakita tidak ada pakai aplikasi peduli lindungi, Bapak ini mau jadi pengecer minya kita atau gimana ya pak.?".Ujarnya.

Kepala Divisi Pasar BUMD yang juga selaku Ketua Pengawas Koperasi JJSP "Arnawadi" yang akrab disapa Abdul menjelaskan, Kelangkaan minyak goreng subsidi merk Minyak Kita merupakan kondisi yang tidak wajar. 

"Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat 

Saat ini minyak goreng subsidi di lapangan sudah mengalami kelangkaan yang memprihatinkan. Kalaupun ada itupun harganya sudah tidak sesuai HET, Bahkan jauh dari batas HET sampai mencapai diatas RP. 20000 perliternya" Ucapnya.

Pembelian Minyakita dengan harga tertinggi HET Rp. 15700 maksimal 10 kilogram per hari unuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Provinsi Riau khususnya di Kota Dumai, Kita juga sudah berkordinasi dengan Kasubdit PKN DJKN, Mentri Perdagangan dan Pihak Istana Kepresidenan untuk mencabut izin resmi pihak dimaksud secara Permanen, Bila memungkinkan Pihak Istana Kepresidenan dapat segera mengevaluasi Mentri Perdagangan dan oknum jajarannya yg terbukti ada permain".Sambungnya. 

Saya berharap dimasa kepemimpinan Presiden RI yang saat sekarang ini, Tidak ada lagi para elite yang bermain-main dengan bantuan minyak subsidi, Yang peruntukannya diberikan kepada masyarakat kurang mampu".Tutupnya.(Redaksi)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال